PENJELASAN GUS BAHA TENTANG NGAJI ONLINE,BAGAIMANA SANADNYA?
*📖 Artikel Ngaji Kyai || Gus Baha'*
*_Penjelasan Gus Baha tentang Ngaji Online, Bagaimana Sanadnya?_*
Gus Baha mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan hukum ngaji online karena menurutnya, kebenaran yang bersifat umum tidak memerlukan sanad.
Hal itu ia katakan ketika berbicara dalam peringatan Tahun Baru Hijriah di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, pada 19 Agustus 2020.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat maju seperti sekarang ini memungkinkan orang untuk berkomunikasi tanpa harus bertatap muka secara langsung.
Bahkan, dengan memanfaatkan teknologi informoasi seperti internet, media sosial, streaming platform, orang sudah bisa membagikan banyak hal, termasuk materi pengajian.
Sekarang untuk menimba ilmu agama, orang bisa dengan mudah mengaksesnya melalui YouTube dan platorm media sosial lainnya.
Di YouTube sendiri juga banyak ditemukan video pengajian dari para ulama, termasuk materi pengajian dari KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab disapa Gus Baha.
Lalu bagaimana hukum ngaji online ini, dan bagaimana sanadnya?
Mengenai hal itu, Gus Baha menjelaskan bahwa tidak masalah untuk ngaji secara virtual.
*_"Kebaikan itu pasti sudah benar. Jadi mau ketemu langsung maupun tidak secara sanad itu sudah cukup,"_ kata Gus Baha.*
*_★ Lebih lanjut Gus Baha menjelaskan bahwa ada beberapa kebenaran yang sangat rumit yang butuh penjelasan lebih mendetail._*
*_★ "Nah, itu yang harus ketemu langsung," imbuhnya._*
*_★ "Tapi kalau yang kebenaran-kebenaran umum itu tidak perlu karena kebenaran itu bahasa lainnya al-ma'ruf, sesuatu yang mudah dikenali oleh akal, oleh nurani, oleh komunitas, oleh sistem sosial._*
*_★ "Sementara mungkar itu sesuatu yang aneh. Andaikan tidak ada agama pun, orang akan bilang, selingkuh itu mungkar."_*
*Oleh karena itu, Gus Baha melanjutkan, kebaikan-kebaikan seperti itu tidak membutuhkan sanad karena setiap orang pasti sudah tahu.*
*_★ "Kan nggak mungkin kalau orang waras bilang, 'ini ada minuman, kalau kamu minum hilang kesadaran. Minuman ini halal,'"_ Gus Baha mencontohkan.*
*"Itu aneh nggak? Aneh, kan?"*
*Kemudian ada kebenaran-kebenaran yang butuh detail. Gus Baha mencotohkan tentang wali nikah.*
*"Wali nikah itu bapaknya dan mbahnya, misalnya," kata Gus Baha.*
*"Nah, kalimat 'dan mbahnya' ini salah kalau dalam fiih Islam, karena mbah dalam bahasa Jawa itu bisa mbah dari ibu. Sementara, otoritas dalam Islam tidak memberikan hak ke mbah dari ibu."*
*Lebih lanjut Gus Baha menjelaskan bahwa wali adalah kakek dari pihak ayah, bukan sekadar mbah.*
*_★★★ Untuk hal-hal yang membutuhkan penjelasan lebih rinci, Gus Baha menyarankan untuk tidak mengambil kesimpulan dari pernyataan ulama secara terburu-buru._*
*__✍🏻* Mabruri Pudyas Salim Artikel KabarLumajang.com dari kanal YouTube Ngaji Online, 20 Agustus 2019.
*➡️ Join Telegram Channel Klik* https://t.me/Ngaji_Gus_Baha29
*📨 Silakan dishare* tanpa mengurangi sumbernya belajarlah berprilaku jujur dan amanah karena adab/akhlak itu diatas ilmu...
Komentar
Posting Komentar